"Alokasi dana diklat prajabatan yang tersedia dalam Dokumen Isian Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang ada di BKD NTB, terbatas. Ini yang menjadi kendala untuk memberikan diklat bagi CPNS," kata Kepala Bidang Diklat, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Lalu Hasbulwadi, di Mataram, Selasa.
Meski demikian, kata dia, pihaknya akan tetap berupaya memberikan diklat prajabatan bagi CPNS yang belum diikutsertakan melalui anggaran perubahan, sehingga seluruh CPNS memperoleh pendidikan untuk menunjang kinerjanya.
Dikatakannya, mengingat tujuan dari diklat adalah dalam rangka meningkatkan pengetahuan keahlian, keterampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional dengan dilandaskan kepribadian dan etika pegawai negeri sipil (PNS) sesuai dengan kebutuhan instansi.
Selain itu, kegiatan diklat juga dalam rangka memantapkan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman dan pengembangan partisipasi masyarakat.
"Tujuan utamanya yakni untuk memberikan motivasi dan semangat bagi para CPNS yang baru memperoleh surat keputusan pengangkatan, agar profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara," ujarnya.
Hasbulwadi menambahkan, sasaran kegiatan pendidikan dan pelatihan prajabatan adalah terwujudnya PNS yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan persyaratan pengangkatan untuk menjadi PNS.
Ia mengatakan, pihaknya saat ini tengah memberikan diklat prajabatan bagi CPNS golongan I, II dan III. Diklat prajabatan tersebut diikuti oleh 621 peserta yang terdiri dari 318 orang CPNS golongan II dan 93 orang Golongan I.
Selanjutnya, CPNS golongan III formasi tahun 2008 sebanyak 210 orang. Dari jumlah tersebut dibagi dalam kelompok angkatan. Masing-masing angkatan dibagi lagi menjadi tiga hingga empat kelas.
"Sebagian besar dari seluruh CPNS yang diberikan pendidikan prajabatan saat ini adalah formasi tahun 2008," ujarnya.
0 komentar:
Post a Comment