"Pelayanan masyarakat tidak akan efektif tanpa adanya kemampuan dan kapasitas sumber daya manusia yang memadai. PNS sebagai pamong dan abdi masyarakat harus senantiasa meningkatkan kapasitasnya," katanya, di Bandarlampung, Selasa.
Dia meminta CPNS itu bersikap profesional dan memiliki integritas yang baik dalam melayani masyarakat.
"Manfaatkan semua fasilitas penunjang yang disediakan negara dengan baik, seperti komputer untuk mempermudah pengurusan administrasi, jangan disalahgunakan untuk main `game` misalnya," kata dia.
Sebanyak 505 CPNS Pemkot Bandarlampung memperoleh SK pengangkatan terdiri atas 341 tenaga pelamar umum dan 164 tenaga honorer yang memenuhi persyaratan.
Untuk tenaga honorer, jumlah pegawai yang diangkat adalah 20 orang golongan III, 125 orang golongan II, dan 19 orang golongan I.
Sementara untuk pelamar umum, jumlah tenaga yang memperoleh SK terdiri atas 12 orang untuk formasi PNS golongan I, 104 orang golongan II, dan 225 orang golongan III.
Berdasarkan tingkat pedidikan, dari 341 pelamar umum yang lolos tersebut, 225 diantaranya berpendidikan strata satu, 59 orang pendidikan D3, dan 45 sisanya lulusan SMA.
"Ada sepuluh formasi yang tidak terisi, karena peminatnya tidak ada," kata kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandarlampung, Kusmardiyanto.
Sepuluh formasi yang tidak terisi itu diantaranya adalah dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis bedah, dokter spesialis anak, dan dokter spesialis anastesi, formasi guru bahasa daerah Lampung, guru pendidikan jasmani, guru pranata komputer, dan guru ilmu perikanan.
0 komentar:
Post a Comment